NICK KUIPERS; SI MENEER PENJAGA ASA JUARA.

Masih ingat secara jelas, ketika Persib mengumumkan akan mendatang pemain baru dari Maastricht, datang ka Bandung dari liga Belanda, di Tahun 2019. Namanya Nick Kuipers, berpostur tinggi selayaknya warga eropa dengan rambutnya cepak tapi bukan tentara dengan gaya kalemnya tea. Waktu itu, secara skeptis saya dalam hati bilang “nu kiyeu mah, paling lila ge setengah musim”.

PERJALANAN 5 MUSIM NICK KUIPERS, SIMBOL BARU LOYALITAS PEMAIN ASING DI PERSIB.

Siapa sangka, sekarang saya adalah salah satu bobotoh yang akan sedih kalau si meneer ini akan pergi dari Persib. Lima tahun dia bermain bola untuk persib, pemain datang dan pergi, tapi Nick memilih tetap disini, di Bandung. Rumah kedua yang dia pilih sendiri. Karir Nick dimulai dari MVV Maastricht, salah satu klub sepakbola di negaranya, jebolan akademi yang terus naik hingga menjadi key player, pindah ke ADO Den Haag di Eredivisie, dan sempet dipinjamkan ke FC Emmen. Nasib akhirnya membawa Nick ke Bandung dan dia sukses membukukan lebih dari 140 pertandingan dengan 7 gol dan 6 assist. Diganjar 39 kartu kuning dan hanya 3 kartu merah. Angka-angka positif dari statistik pertandingan jadi bukti valid, bagaimana kami, khususnya saya akan merasa tenang atau reugeug kalau melihat nama meneer satu ini masuk pada starting eleven, menjaga garis pertahanan dengan sehormat-hormatnya alias jeung getihna. Dia tak pernah bermain-main saat membela persib, setiap momen, setiap tackle, setiap blok yang dilakukan oleh Nick adalah bagian dari menjaga harkat dan martabat Persib di mata lawan-lawannya.

Nick Kuipers | Sumber: Viking Frontline

Pernah di suatu kesempatan, di wawancara pada podcast Mo Ali FC Pro Talk, Nick Kuipers sempat ngobrol santai soal pengalamannya merumput di Indonesia bareng Persib Bandung. Meski nggak secara gamblang bilang “Bandung itu rumah,” dari caranya cerita, kerasa banget kalau dia udah nyaman dan betah di sini. Obrolannya ngalir—tentang adaptasi, ritme liga, sampai gaya hidup di Indonesia. Dari situ, kita bisa lihat gimana dia nikmatin perjalanan kariernya bareng Maung Bandung.

NICK, PEMAIN ASING YANG MENJELMA JADI KEBANGGAAN BANDUNG LEWAT KERJA KERAS DAN CINTA KEPADA PERSIB.

Di musim 2023-2024 yang tentunya akan kami kenang selama hidup, setelah sepuluh tahun akhirnya Persib mendapatkan lagi gelar juara liga Indonesia dan nama Nick Kuipers menjadi salah satu dari sekian nama yang berjasa membawa tim kebanggaan warga Bandung ini mendapatkan predikat juara liga. Dari Musim 2023–2024 jadi musim yang manis buat Persib Bandung. Bukan cuma karena angkat trofi Liga 1, tapi juga karena lini belakang mereka tampil gemilang. Bayangkeun, dari 35 pertandingan, Persib cuma kebobolan kurang dari 35 gol. Itu artinya rata-rata lawan cuma bisa nyelipin satu gol (atau bahkan kurang) tiap main lawan Maung Bandung. Angka itu bukan sulap. Ada duet tembok baja di belakang: Nick Kuipers dan Gustavo Franca. Ditambah kiper tangguh asal Filipina, Kevin Mendoza, yang tampil konsisten di bawah mistar. Trio ini membuat lini pertahanan Persib jadi salah satu yang paling kokoh di Liga Indonesia dan berbuah Back To Back, dan Nick sekali lagi maen di (kalau saya tak salah hitung) 35 pertandingan, mencetak 3 gol dan melakukan tekel-tekel mewah yang tak sempat saya hitung untuk menyelamatkan 3 poin.
Kadang, rasa sayang itu tumbuh diam-diam. Tidak selalu lewat selebrasi, tidak selalu lewat kata-kata. Tapi lewat momen-momen kecil yang kita simpan diam-diam di hati. Seperti caramu berdiri tegak di lini belakang. Seperti caramu memeluk rekan setim setelah peluit panjang. Seperti tatapan matamu ke tribun saat kemenangan diraih, atau bahkan saat kalah pun, kamu tetap menatap ke arah kami. Itu cukup. Itu lebih dari cukup. Nick, kamu datang ke Bandung sebagai pemain asing. Tapi sejak awal, kamu tak pernah memperlakukan klub ini seperti sekadar tempat kerja. Kamu bukan cuma datang, bermain, lalu pulang. Kamu membaur, mencintai, dan menjaga. Kamu menjadi bagian dari kami.

LEBIH DARI STATISTIK, NICK KUIPERS MENINGGALKAN WARISAN EMOSIONAL DAN KEJAYAAN BERSAMA PERSIB BANDUNG

Selama lima musim ini, kamu bukan cuma menjaga pertahanan. Kamu menjaga hati kami, Bobotoh. Kamu hadir dan kamu ikut membawa Persib berdiri lagi dengan tegak, bangga, dan akhirnya juara. Dua musim berturut-turut. Kami tahu, waktu akan terus berjalan. Mungkin nanti kamu akan pergi, mungkin seragam biru itu akan berganti. Tapi ada hal-hal yang tak akan pernah lepas dari ingatan kami. Suara stadion yang menggema menyebut namamu. Detik-detik kamu mengangkat trofi. Peluh dan darah yang jatuh di rumput. Semua itu tidak akan kami lupakan.
Karena kamu telah memberi kami lebih dari sekadar performa. Kamu memberi rasa. Memberi harapan. Memberi kebanggaan. Mungkin nanti, saat kamu sudah jauh dari Bandung, kamu akan mengenang waktu-waktu ini sebagai bagian dari karirmu. Tapi ketahuilah, bagi kami kamu adalah bagian dari rumah ini. Bagian dari cerita yang akan terus kami ceritakan kepada siapa pun yang mencintai Persib. Terima kasih, Nick. Untuk setiap detik, untuk setiap peluh, untuk setiap langkah yang kamu ayunkan demi lambang di dada. Jejakmu akan selalu tinggal. Namamu akan selalu disebut.

Forever Persib, Forever Blue and White. Salawasna.


Comments

Popular Posts