121212
Hai. Ini bukan tentang testimonial positif pun negatif dari film “5cm” yang membuat angan-angan kawula muda di indonesia menggebu ingin mendaki gunung dan tiba-tiba ingin menempelkan cita-citanya didepan dahi mereka sejauh 5cm sembari berharap dan berlaku walau cara ini sudah ada sejak nenek ku masih dikandung badan.
Ini tentang bagaimana, dan mengapa kita bisa hidup sampai di tanggal 12-12-12 ini.
oke, i’ll start.
Bila jejak adalah penanda perjalanan, dan bijak adalah penanda pengalaman, maka telah sampai aku disini, jika sampai waktuku, aku ingin berkata “bahwa aku pernah sampai disini, di sebuah keakraban yang bukan hanya adegan”. Inilah perjumpaan yang manusiawi: aku sebagai aku dan saudara-saudaraku sebagai mereka sendiri. Tak perlu disangkal bahwa kami saling memberi pengaruh, namun bukankah memang demikianlah hidup yang seharusnya? bagiku, dari mereka kuperoleh pengaruh yang memperkuat daya hidup ruh. Menguatkan Jatidiri.
Bukan kehancuran, melainkan kebangkitan. Inilah sesungguhnya makna kiamat: sebuah era baru kehidupan yang dilandasi refleksi atas yang telah silam, mawasdiri atas yang kini terjadi, dan resolusi atas apa yang akan datang. Dan, kiamat dialami oleh diri setiap hari. Kiamat tidak menunggu waktu, tidak juga menunggu ruang. Ia tiba-tiba, kapan pun, dimana pun, pada siapa pun, dalam keadaan bagaimana pun, dan percuma bertanya “mengapa semua ini terjadi, pun padaku?”
Kehidupan di dunia ini hanyalah fana, dan kefanaan ini selama-lamanya. Keseharian mengajarkan rindu dan cinta sebagai kenyataan yang berkelindaan. Allah menyampaikan pesan lewat segala sesuatunya.
Telah sampai aku disini. Keinginanku sederhana saja: Aku ingin menyentuh hati setiap manusia yang kujumpai dan yang kemudian berpisah dariku demi menempuh perjalanan hidup mereka masing-masing. Setiap melihat kedua matamu, kulihat diriku sendiri ada di dalamnya. Pun jika kau tatap baik-baik mataku, pandanglah lekat-lekat, maka kau akan temukan dirimu didalamnya. Sesungguhnya ada aku di dalam kau, ada kau di dalam aku. Aku-kau Menyatu.
“ENGKAU TIDAKLAH SENDIRI, ALAM RAYA MENEMANI”.
With Purity and Precious loving each other in this whole world.
Sasana Budaya Ganesha, Bandung.
December, 12 2012. 07.00pm.


Comments
Post a Comment