Berandai-andai

Manusia suka berandai-andai..
Dan aku ingin berandai-andai..
Seandainya engkau adalah jodohku..
Tentang banyak hal, tentang terkabulnya mimpi-mimpi besar, tentang tujuan yang nantinya akan tercapai dan tentang harapan..
Aku menulis ini dalam keadaan yang sadar sesadar-sadarnya, bukan mabuk bukan pula melantur nona..
Seandainya engkau adalah jodohku..
Tak akan aku permalukanmu dengan banyak kekuranganku..
Akan aku buat kau memaklum tanpa harus memaksamu..
Aku percaya kau tahu bahwa kekurangan bukan kesalahan akan tetapi sebuah ketetapan Sang Pencipta..
Seandainya engkau adalah jodohku..
Akan aku banggakan kau dengan sesuatu yang pantas..
Karena aku tidak ingin rasa malu sempat melintas..
Aku hanya ingin kau tahu bahwa lelaki ini sudah bekerja keras..
Akan kucintai kau seorang dengan berbagai cara dan bukan sebaliknya..
Seandainya kau adalah jodohku..
Akan aku buat isi rumah kita dengan manisnya budi pekerti..
Agar didalamnya tumbuh bahagianya hati bukan karena materi..
Akan aku buat putera-puteri kita bangga bahwa orang tua mereka adalah kita..
Cinta ini begitu besar maka aku berandai-andai..
Ah ya, ini hanya berandai-andai..
ini serupa harapan pada Sang Maha Memutuskan..
Catatan ini adalah kata-kata yang sengaja tidak aku ucapkan secara langsung kepadamu..

Karena terkadang, dengan membacanya kamu bisa mengingatnya lebih lama.



From Bandung with Love
August 12, 2014.

Comments

Popular Posts