SURAT TERBUKA UNTUK MAUDY AYUNDA


Halo, Ayunda Faza Maudya.

Saya songmanse13 dari TETEP MEKENYEM CORPORATION, bagaimana kabarmu hari ini? Kudengar engkau sedang gundah gulana memilih pendidikan post graduate di dua kampus ternama di dunia, Standford dan Harvard. Ditengah kegundahan dan kebimbanganmu memilih kampus yang sama baik dan hebatnya, saya mau mengingatkan untuk jangan sampai telat makan, dan lupa berterima kasih kepada Allah yang Maha Kuasa atas segala rahmatNya. Mudah-Mudahan kebimbanganmu segera mendapatkan jawaban, ya.
Maudy, terima kasih telah memberikan contoh yang baik bagaimana menjadi perempuan yang hebat dan kuat untuk para perempuan di Indonesia. Engkau adalah panutan bagi para perempuan Indonesia yang sedang menuju kemerdekaan atas hierarki yang “mungkin” dibuat oleh kita sendiri. Masih banyak perempuan yang berfikir bahwa mereka cukup sekolah seperlunya saja karena akan berakhir mengurus anak dan suami di akhir nanti. Terserah dengan akhir harus urus anak dan suami atau fokus berkarir, perkara meraih pendidikan setinggi-tingginya adalah hak semua manusia, semua gender, tak melulu harus pria, wanita pun wajib berani mengejar dan menggapai pendidikan setinggi mungkin karena anak yang pintar adalah hasil didik dari ibu yang pintar juga.
Maudy, Jujur saya tidak banyak tahu tentang karya senimu selain lagu tiba-tiba cinta datang, perahu kertas dan peranmu sebagai kugy yang menyukai kharma chameleon beradu peran dengan adipati dolken sebagai keenan di perahu kertas. Tapi prestasimu di bidang akademik sangat menuai respon positif dari banyak masyarakat indonesia, baik offline atau online. Memang meraih pendidikan post grad di luar negeri apalagi di kedua kampus ternama ternama tersebut tentu saja sulit, tapi pendidikan under grad mu di Oxford University saja sudah membuat banyak orang tercengang.
Saya tekankan sekali lagi, saya tak akan memuji kecantikan parasmu atau kehebatanmu bernyanyi dan berperan dalam film sejak usia dini. Menurut banyak portal berita online, tak ada yang aneh dari orang tuamu dalam mendidikmu sebagai anak, sama seperti anak indonesia lainnya. Inimah memang kamunya saja yang pintar, dan memang mau belajar serius mengingat jurusan PPE (philosopy, politics and economy) hanya ada di Oxford adalah bukti kamu tak pernah main-main urusan pendidikan.
Ayunda Faza Maudya, teruslah raih pendidikan tertinggimu, gapai cita-citamu setinggi langit, buktikan kalau orang salah menilai bahwa engkau hanya cantik saja. Tetaplah menjadi pijar dalam gelapnya pendidikan di Indonesia, kamu bukti bahwa Tuhan baik padaku, pada kami semua. Bukti kalau Indonesia masih punya orang-orang hebat.

Bandung, 5 Maret 2019
Hormat kami,
TETEP MEKENYEM CORPORATION

Comments

Popular Posts